Rabu, 05 Oktober 2011

SAMPAH

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.

*    Jenis-jenis sampah :
1.  Berdasarkan sumbernya

ü  Sampah Alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.

ü  Sampah Manusia
Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.

ü  Sampah Konsumsi.
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.

ü  Sampah Nuklir
Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktifitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).

2. Berdasarkan sifatnya
ü  Sampah organik - dapat diurai (Biodegradable)
Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.

ü  Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)
underdegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:
·         Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
·         Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.

3. Berdasarkan bentuknya
Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai:
ü  Sampah Padat
Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.
ü  Sampah Cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
  • Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.
  • Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.

*    Faktor yg mempengaruhi sampah
Aspek-Aspek Penanganan Masalah Persampahan
Aspek-Aspek Penanganan Masalah Persampahan
Penanganan masalah persampahan memerlukan berbagai
pendekatan, baik teknis maupun non teknis, yang meliputi beberapa
aspek. Aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut :
   1. Aspek Institusi
Dalam sistem pengelolaan persampahan, aspek institusi memegang
peranan yang besar karena menyangkut masalah manajemen yang meliputi
kejelasan tentang status unit pengelola persampahan, struktur
organisasi yang sesuai, personalia yang mampu menangani masalah-
masalah persampahan dan lain-lain.
   2. Aspek Legal
Sistem pengelolaan persampahan sangat ditentukan oleh peraturan-
peraturan yang mendukungnya.
   3. Aspek Pembiayaan
Suatu sistem pengelolaan persampahan membutuhkan sejumlah dana untuk
membiayai operasi dan pemeliharaan, rehabilitasi serta perluasan
daerah pelayanan sesuai dengan perencanaan.
   4. Aspek Teknis/Operasional
Aspek teknis/operasional dalam system pengelolaan persampahan
meliputi penghitungan produksi sampah, penentuan daerah pelayanan,
penentuan cara pengumpulan dan pengangkutan sampah serta cara
pembuangan akhir, termasuk di dalamnya penentuan peralatan yang
dibutuhkan.
   5. Aspek Peran Serta Masyarakat
Peran serta masyarakat di dalam pengelolaan persampahan sangat
diperlukan, terutama dalam hal :
- Masyarakat turut memelihara kebersihan lingkungannya.
- Masyarakat secara berkesinambungan membayar retribusi.
- Masyarakat dalam suatu organisasi masyarakat (RT/RW, LKMD dan
lain-lain) turut aktif dalam pelaksanaan subsistem pengumpulan sampah
dan lain-lain.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sistem Pengelolaan Sampah Perkotaan
Faktor- faktor yang mempengaruhi system pengelolaan sampah
perkotaan, yaitu :
a. Jumlah penduduk
b. Kepadatan daan penyebaran penduduk
c. Karakteristik lingkungan fisik, biologi dan sosial ekonomi
d. Kebiasaan masyarakat
e. Karakteristik sampah
f. Peraturan-peraturan/aspek legal nasional dan daerah setempat
g. Sarana pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pembuangan
h. Lokasi pembuangan akhir
i. Biaya yang tersedia
j. Rencana tata ruang dan pengembangan kota
k. Iklim dan musim

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Timbulan Sampah
Faktor -faktor yang mempengaruhi timbulan sampah adalah :
a. Jenis bangunan yang ada
b. Jenis bangunan yang ada akan menentukan macam jenis dan
besarnya timbulan sampah seperti perkantoran, pasar, industri dll.
c. Tingkat aktifitas
Jumlah sampah yang timbul pada setiap bangunan berhubungan dengan
tingkat aktifitas orang-orang yang menggunakan misalnya pabrik gula,
bangunan pasar dll.
d. Iklim
Pada daerah banyak hujan, umumnya mempunyai jenis tumbuhan yang lebih
lebat daripada musim kering.
e. Musim
Setiap pergantian musim akan berganti pula jenis sampah yang timbul
akan berbeda pula volumenya dan saat itu timbul fluktuasi volume
sampah.
f. Letak geografis dan topografi
Mempengaruhi musim buahan dan jenis tumbuhan yang ada.
g. Kepadatan penduduk dan jumlah penduduk
Dikota besar makin padat penduduknya makin besar pula sampah yang
dihasilkan sehingga berbeda pula jumlah peralatan yang diperlukan.

Tempat-tempat yang menjadi sumber timbulan sampah antara lain adalah :
a. Pemukiman
Mengingat cukup bervariasinya kondisi pemukiman yang ada, maka
sebagai sumber timbulan sampah dan untuk mempermudah operasi
pengelolaan persampahan. Pemukiman ini dibedakan atas :
I. Perumahan teratur dengan kriteria :
- Rumah-rumah yang dibangun denagn susunan rapi dan teratur
dilengkapi dengan infrastruktur kota
- Jalan yang dapat dilalui kendaran pengumpulan dan pengangkut.
- Kondisi rumah yang umumnya permanen.
- Tingkat penghasilan masyarakat yang relatif tinggi dan sedang.
- Kepadatan penduduk relatif kurang padat sekitar < 50 jiwa/Ha.
II. Perumahan tidak teratur dengan kriteria :
- Rumah dengan susunan tidak rapi dan tidak teratur.
- Jalan yang relatif sempit sehingga tidak dapat dilalui
kendaraan pengumpul dan pengangkut.
- Kondisi perumahan pada umumnya bersifat non-permanen
- Tingkat penghasilan relatif rendah.
- Kepadatan penduduk relatif tinggi > 50 jiwa/Ha.
b. Daerah komersial
Daerah komersial dalam wilayah kota yang dibedakan menjadi 2 bagian
yaitu :
- Pasar
- Pertokoan
c. Perkantoran
Daerah perkantoran wilayah kota yang berkonsentrasi didaerah
pertokoan dan sekitarnya yang menjadikan pusat kota, dengan kegiatan
perdagangan yang meliputi:
- Kabupaten atau kotamadya dan kantor aparat Pemda lainnya.
- Bank
- Telekomunikasi
- ABRI dll.
d. Jalan dan Tempat Umum
Daerah ini umumnya merupakan wajah dari suatu kota sehingga
kebersihan sangat mempengaruhi penampilan kota, yang meliputi :
- Jalan- jalan utama/arteri.
- Kawasan selokan ditepi jalan.
- Taman-taman.
- Gedung sekolah dll.

*    Teknik pembuangan sampah
   Pengelolaan sampah adalah pengumpulan , pengangkutan , pemrosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat , cair , gas , atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.
Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara Negara maju dan negara berkembang , berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan , berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.
Metode pengelolaan sampah berbeda beda tergantung banyak hal , diantaranya tipe zat sampah , tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area.
*    Pengaruh terhadap kesehatan
Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Kesehatan

Pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan sangat penting agar dapat
menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpada dan tuntas. Dewasa ini
lingkungan hidup sedang menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia dan
masyarakat dunia umumnya.

Meningkatnya perhatian masyarakat mulai menyadari akibat-akibat yang ditimbulkan
dan kerusakan lingkungan hidup. Sebagai contoh apabila ada penumpukan sampah
dikota maka permasalahan ini diselesaikan dengan cara mengangkut dan membuangnya
ke lembah yang jauh dari pusat kota, maka hal ini tidak memecahkan permasalahan
melainkan menimbulkan permasalahan seperti pencemaran air tanah, udara,
bertambahnya jumlah lalat, tikus dan bau yang merusak, pemandangan yang tidak
mengenakan. Akibatnya menderita interaksi antara lingkungan dan manusia yang
akhirnya menderita kesehatan.

Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar
dan terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hidupnya. Hal ini
membutuhkan daya dukung lingkungan untuk kelangsungan hidupnya.

Masalah lingkungan hidup sebenatnya sudah ada sejak dahulu, masalah lingkungan
hidup bukanlah masalah yang hanya dimiliki atau dihadapi oleh negara­negara maju
ataupun negara-negara miskin, tapi masalah lingkungan hidup adalah sudah
merupakan masalah dunia dan masalah kita semua.

Keadaan ini ternyata menyebabkan kita betpikir bahwa pengetahuan tentang
hubungan antara jenis lingkungan ini sangat penting agar dapat menanggulangi
permasalahan lingkungan secara terpadu dan tuntas.

Masalah lingkungan hidup merupakan kenyataan yang harus dihadapi, kegiatan
pembangunan terutama di bidang industri yang banyak menimbulkan dampak negatif
merugikan masyarakat. Masalah lingkungan hidup adalah merupakan masalah yang
komplek dan harus diselesaikan dengan berbagai pendekatan multidisipliner.

Industrialisasi merupakan conditio sine quanon keberhasilan pembangunan untuk
memacu laju pertumbuhan ekonomi, akan tetapi industrialisasi juga mengandung
resiko lingkungan. Oleh karena itu munculnya aktivitas industri disuatu kawasan
mengundang kritik dan sorotan masyarakat. Yang dipermasalahkan adalah dampak
negatif limbahnya yang diantisipasikan mengganggu kesehatan lingkungan.

LINGKUNGAN DAN KESEHATAN
Kemampuan manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas lingkungannya
tergantung sekali pada taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif
hanya mampu membuka hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat.

Sebaliknya, masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah
lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini
menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai
dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan
prilakunya tadi.

Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan dengan sumber daya sosial
ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara
fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.

Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1,
Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik),
rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya deadaan yang bebas dari penyakit, cacat
dan kelemahan”. Definisi ini memberi arti yang sangat luas pada kata kesehatan.

Masyarakat adalah terdiri dari individu-individu manusia yang merupakan makhluk
biologis dan makhluk sosial didalam suatu lingkungan hidup (biosfir). Sehingga
untuk memahami masyarakat perlu mempelajari kehidupan biologis bentuk interaksi
sosial dan lingkungan hidup.

Dengan demikian permasalahan kesehatan masyarakat merupakan hal yang kompleks
dan usaha pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan upaya menghilangkan
penyebab-penyebab secara rasional, sistematis dan berkelanjutan.

Pada pelaksanan analisis dampak lingkungan maka kaitan antara lingkungan dengan
kesehatan dapat dikaji secara terpadu artinya bagaimana pertimbangan kesehatan
masyarakat dapat dipadukan kedalam analisis lingkungan untuk kebijakan dalam
pelaksnaan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Manusia berinteraksi dengan
lingkungan hidupnya lebih baik, walaupun aktivitas manusia membuat rona
lingkungan menjadi rusak.

Hal ini tidak dapat disangkal lagi kualitas lingkungan pasti mempengaruhi status
kesehatan masyarakat. Dari studi tentang kesehatan lingkungan tersirat informasi
bahwa status kesehatan seseorang dipengaruhi oleh faktor hereditas, nutrisi,
pelayanan kesehatan, perilaku dan lengkungan.

Menurut paragdima Blum tentang kesehatan dari lima faktor itu lingkungan
mempunyai pengaruh dominan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status kesehatan
seseorang itu dapat berasal dari lingkungan pemukiman, lingkungan sosial,
linkungan rekreasi, lingkungan kerja.

Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu
mendapaat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah
seperti: Peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah,
pembuangan air limbah penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman,
pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai,
penggundulan hutan dan banyak lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu
model penyakit.

Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani.
Masalah pemukiman sangat penting diperhatikan.

Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang, karena
kebutuhan yang utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi
kesehatan baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih,
pengolalaan sampah domestik uang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan
ventilasi untuk pembangunan asap dapur.

Perilaku pola makanan juga mengubah pola penyakit yang timbul dimasyarakat. Gizi
masyarakat yang sering menjadi topik pembicaraan kita kekurangan karbohidrat,
kekurangan protein, kekurangan vitamin A dan kekurangan Iodium. Di Indonesia
sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi.

Ada yang kekurangan kuantitas makanan saja (Maramus), tapi seringkali juga
kualitas kurang (Kwashiorkor). Sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan
dengan kekurangan gizi terutama terdap[at pada anak-anak.

Industrialisasi pada saat ini akan menimbulkan masalah yang baru, kalau tidak
dengan segera ditanggulangi saat ini dengan cepat. Lingkungan industri merupakan
salah satu contoh lingkungan kerja. Walaupun seorang karyawan hanya menggunakan
sepertiga dari waktu hariannya untuk melakukan pekerjaan di lingkungan industri,
tetapi pemaparan dirinya di lingkungan itu memungkinkan timbulnya gangguan
kesehatan dengan resiko trauma fisik gangguan kesehatan morbiditas, disabilitas
dan mortalitas.

Dari studi yang pernah dilakukan di Amerika Serikat oleh The National Institute
of Occupational Safety and Health pada tahun 1997 terungkap bahwa satu dari
empat karyawan yang bekerja di lingkungan industri tersedia pada bahan beracun
dan kanker. Lebih dari 20.000.000 karyawan yang bekerja di lingkungan industri
setiap harinya menggarap bahan-bahan yang diketahui mempunyai resiko untuk
menimbulkan kanker, penyakit paru, hipertensi dan gangguan metabolisme lain.

Paling sedikit ada 390.000 kasus gangguan kefaalan yang terinduksi oleh dampak
negatif lingkungan industri dan100.000 kematian karena sebab okupasional
dilaporkan setiap tahun.

Indonesia saat ini mengalami transisi dapat terlihat dari perombakan struktur
ekonomi menuju ekonomi industri, pertambahan jumlah penduduk, urbanisasi yang
meningkatkan jumlahnya, maka berubahlah beberapa indikator kesehatan seperti
penurunan angka kematian ibu, meningkatnya angka harapan hidup ( 63 tahun ) dan
status gizi.

Jumlah penduduk terus bertambah, cara bercocok tanam tradisional tidak lagi
dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia,
maka manusia mulai menemukan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan
efisien si dari tenaga manusia. Peristiwa ini mulai dikenal dengan penemuan
mesin uap oleh James Waat. Fase industri ini menimbulkan dampak yang sangat
menyolok selain kemakmuran yang diperoleh juga exploitasi tenaga kerja,
kecelakaan kerja, pencemaran lenigkungan, penyakit, wabah.

Pencemaran udara yang disebabkan industri dapat menimbulkan asphyxia dimana
darah kekurangan oksigen dan tidak mampu melepas CO2disebabkan gas beracun besar
konsentrasinya dedalam atmosfirseperti CO2, H2S, CO, NH3, dan CH4. Kekurangan
ini bersifat akurat dan keracunan bersifat sistemik penyebab adalah timah hitam,
Cadmium,Flour dan insektisida .

Pengaruh air terhadap kesehatan dapat menyebabkan penyakit menular dan tidak
menular. Perkembangan epidemiologi menggambarkan secara spesifik peran
lingkungan dalam terjadinya penyakit dan wabah. Lingkungan berpengaruh pada
terjadinya penyakit penyakit umpama penyakit malaria karena udara jelek dan
tinggal disekitar rawa-rawa. Orang beranggapan bahwa penyakit malaria terjadi
karena tinggal pada rawa-rawa padahal nyamuk yang bersarang di rawa menyebabkan
penyakit malaria. Dipandang dari segi lingkungan kesehatan, penyakit terjadi
karena interaksi antara manusia dan lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar