Rabu, 05 Oktober 2011

Dasar Iman Kristen

Banyak orang kristen bertanya tentang, sebenarnya apa sih arti menjadi orang kristen?. bagaimana kita tahu kalau kualitas hidup kita sebagai orang kristen sudah berada dalam standar hidup kekristenan? sedangkan pertanyaan yang ku tanyakan saat ini adalah, mengapa begitu banyak orang kristen terjebak dalam doktrinitas agama kristen? selain itu mata saya melihat kemunafikan orang kristen yang bersembunyi dalam status kristianitas. apakah hal -hal di atas yang SANG TUHAN dari orang kristen kehendaki ?


untuk menjawab hal-hal diatas saya perlu menjalani beberapa proses perenungan dan pertimbangan atas pilihan saya sendiri yaitu menjadi seorang kristen.


menjadi seorang kristen berarti kita harus mengikuti teladan dan ajaran dari Kristus (Yesus). saat mengajukan pernyataan ini, muncul pertanyaan lain yaitu, apa sebenarnya yang Yesus ajarkan?
Tokoh spiritualitas  ini mengajarkan hal yang sangat mendasar tentang kemerdekaan moral dan kunci menuju perdamaian sejati yaitu KASIH. coba cek di seluruh hukum yang ada di dalam 
negara ataupun deklarasi PBB tentang hak-hak manusia jika ada yang bertentangan dengan ajaran atau dasar yang diberikan oleh Guru Agung kita ini. Jelas tidak ada. 


Standar hidup kekristenan adalah hukum KASIH, tetapi hukum ini sangat tidak masuk akal dan sangat berat untuk menjalankannya. bagaimana mungkin seseorang dapat mengampuni musuhnya sendiri? contoh, Si A adalah orang kristen yang sangat taat rajin ke ibadah dan mempunyai standar kehidupan yang baik di mata masyarakat. tetapi saat musuhnya datang dan memukulinya samapai hampir mati, si A ini merancang untuk membalasnya dan tak lama kemudian dia pun melakukannya. hal ini bukan merupakan standar kekristenan karena kita sebagai orang kristen dituntut untuk memiliki dan mengatasnamakan kasih di atas segalanya.


Yesus datang ke dalam dunia tidak mewakili atau membawa misi untuk membentuk suatu agama tetapi datang dengan misi perdamaian dan sebagai media untuk mendamaikan, memulihkan rencana BAPA yang semula dan menjadi jembatan penghubung antara manusia dan BAPA. ahli teologilah yang membentuk agama kristen sehingga menjadi sebuah organisasi dan menambahkan doktrin-doktrin yang bahkan mampu membelokan tujuan dan hakekat yang sebenarnya dari orang kristen. banyak orang kristen tidak mengerti inti dari menjadi kristiani yang sebenarnya karena tidak ada kemauan untuk menyelidiki sebenarnya apa yang di inginkan oleh BAPA melalui pernyataannya yang tertulis dalam alkitab dan menganggap keselamatan hanyalah barang gratisan yang tidak berharga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar